Minggu, 05 Mei 2013

KEPEMIMPINAN


KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.
Kepemimpinan merupakan masalah manusia, karena yang memimpin dan yang dipimpin adalah manusia, yang memiliki berbagai keterbatasan. Keterba­tasan tersebut tidak dapat dilampaui manusia, yang mengharuskan kepemim­pinan dilaksanakan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kepemimpinan yang dipimpin. Prosesnya dapat dimanifes­tasikan dalam kegiatan kaderisasi, yang dapat menjadi sarana untuk secara terus menerus meningkatkan kualitas kepemim­pinan, karena kepemimpinan tidak dapat dilaksanakan sekedar sebagai kegiatan rutin.

Kepemimpinan Karismatik

Menurut Max Weber, seorang sosiolog, adalah ilmuan pertama yang membahas kepemimpinan karismatik. Lebih dari seabad yang lalu, ia mendefinisikan karisma (yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti "anugerah") sebagai "suatu sifat tertentu dari seseorang, yang membedakan mereka dari orang kebanyakan dan biasanya dipandang sebagai kemampuan atau kualitas supernatural, manusia super, atau paling tidak daya-daya istimewa.

Kepemimpinan Yang Efektif

Ada beberapa nasihat agar menjadi seseorang yang efektif yaitu :

- tentang siapa yang harus ditiru (Attila the Hun), yaitu maksudnya meniru seseorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik sehingga dapat mepelajari cara untuk menjadi pemimpin yang efektif.

- apa yang harus diraih (kedamaian jiwa), yaitu di dalam jiwa seorang pemimpin harus mempunyai kedamaian di dalam jiwanya agar dapat menjadi seorang pemimpin yang berjiwa baik.

- apa yang harus dipelajari (kegagalan), yaitu harus terus belajar dan belajar dari kegagalan yang telah di lalui sebelumnya sehingga dapat memetik hikmah dari kegagalan yang pernah terjadi.

- apa yang harus diperjuangkan (karisma), yaitu mempunyai keinginan yang kuat untuk memperjuangkan apa yang ada pada diri seorang pemimpin dan kepemimpinannya itu.

- pemimpin-pemimpin rahasia Amerika (wanita), yaitu belajar dari pemimpin-pemimpin di Amerika khusus untuk wanita, mempelajari menjadi pemimpin yang baik.

- kualitas-kualitas pribadi dari kepemimpinan (integritas), yaitu mempunyai kualitas-kualitas pribadi yang baik dan menjadi contoh untuk anak buahnya.

- bagaimana meraih kredibilitas (bisa dipercaya), yaitu pemimpin harus mempunyai rasa jujur sehingga dapat dipercaya oleh orang banyak sebagai pemimpin yang baik dan jujur.

- bagaimana menjadi pemimipin yang otentik (temukan pemimpin dalam diri anda), yaitu merenungkan dalam diri serta menemukan kepribadian yang baik untuk menjadi seorang pemimpin.

Adapun seorang pemimpin harus mempunyai azas kepemimpinan sebagai berikut :
1. Taqwa, ialah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya.
2. Ing Ngarsa Sung Tulada, yaitu memberi suri tauladan dihadapan anak buah.
3. Ing Madya Mangun Karsa, yaitu ikut bergiat serta menggugah semangat ditengah-tengah anak buah.
4. Tut Wuri Handayani, yaitu mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah.
5. Waspada Purba Wisesa, yaitu selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah.
6. Ambeg Parama Arta, yaitu dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.
7. Prasaja, yaitu tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan.
8. Satya, yaitu sikap loyal yang selalu timbal balik dari atasan terhadap bawahan dan bawahan terhadap atasan dan kesamping.
9. Gemi Nastiti, yaitu kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu yang benar-benar diperlukan .
10. Belaka, yaitu kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya.
11.Legawa, yaitu kemampuan, kerelaan dan keihlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar